0
Anak kita di Riau

Darurat sipil kabut asap di Sumatera dan Kalimantan kondisinya semakin parah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (5/10/15), menyebutkan bahwa telah menemukan 1.340 titik api. “Lebih dari satu bulan hot spot di Sumsel belum juga dapat dipadamkan. Konsentrasi hot spot di Sumsel ini terdapat di perkebunan dan hutan tanaman industri di Kabupaten Ogan Komering Ilir,” kata Kepala Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho seperti dilansir Antara.

Sutopo melanjutkan, pantauan satelit NASA menunjukkan asap tebal diproduksi dari Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin yang terbawa angin ke arah Barat Laut-Utara sehingga menambah kepekatan asap di Jambi dan Riau. “Bahkan asap ini menyebar ke wilayah Malaysia kemarin. Di Kalimantan asap masih mengepung Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat,” kata Sutopo.


Let's Care and Share




Sementara itu, jarak pandang Minggu sore di Pekanbaru tercatat 500 meter, Jambi 500 meter, Palembang 700 meter, Ketapang 800 meter, Sintang 400 meter, Pontianak 1.000 meter, dan Palangkaraya 100 meter. Kualitas udara yang tercatat di Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan level Tidak Sehat hingga Berbahaya.

Udara di Pekanbaru 380 ugr/m3 (Berbahaya), Jambi 504 (Berbahaya), Palembang 391 (Berbahaya), Palangkaraya 983 (Berbahaya), Medan 166 (Tidak Sehat), Pontianak (275 (Sangat Tidak Sehat). Pantauan Satelit Terra Aqua dari NASA pada Minggu mencatat ada 1.820 titik api; yaitu di Sumatera 1.563 titik (Sumsel 1.340, Riau 9, Jambi 131, Babel 22, Lampung 57, Kepri 1), dan di Kalimantan 257 (Kalbar 51, Kalteng 108, Kalsel 71, Kaltim 27).

Demi solidaritas dan persaudaraan antar sesama, beberapa masyarakat dan aliansi lembaga menggalang aksi sosial untuk membantu kawan-kawan yang terkena dampak darurat sipil asap ini. Salah satu metode aksi tersebut adalah menggalang dana dari para netizen, melalui media sosial twitter dan akun facebook. Afwan Riyadi dalam akun twitternya mengajak para netizen untuk berpartisipasi dalam aksi ‘Masker untuk Indonesia’. Hal ini adalah hal sederhana yang bisa dilakukandikarenakan masker yang dipakai oleh saudara kita yang terkena dampak asap kualitasnya tidak memenuhi standar kesehatan.


“Iya, silahkan programnya terus kita galang” ungkap Afwan dalam konfirmasi melalui nomor 08170709914, selanjutnya sambung Afwan “Insya Allah akan sedikit membantu kawan kawan di Sumatera dan Kalimantan, dan semua orang bisa berpartisipasi”.  Afwan menyebutkan donasi bisa dikirim melalui Bank Mandiri nomor Rekening 133 00-1307710-2 atas nama Yayasan Muhajirin Insan Mandiri  konfirmasi melalui nomor 08170709914.

Galangkita.com

Posting Komentar Blogger

 
Top