Galang bagi sebagian orang bukan cuma tentang sebuah wilayah kecamatan saja, semua yang ada padanya lebih kepada melibatkan perasaan. Seperti kebanyakan nya lingkungan tempat tinggal, ia adalah rumah bagi siapa yang lahir, besar, menetap atau pergi sejenak darinnya.
Galang adalah terejmahan dari 28 desa dan 1 kelurahan yang merepresentasikan tentang keindahan sawahnya, rerimbun perkebunannya dan keunikan masyarakatnya. Maka sebaiknya kita membuatnya menjadi tetap rapi, asri dan tidak buang sampah sembarangan. Ternyata kalau semua orang sadar akan kebersihan lingkungan, tidak ada lagi yang namanya masalah sampah ya.
Memang sih dampak sampah yang berserakan dibuang sembarangan juga tidak terlalu fatal seperti di Jakarta, sampai banjir berhari-hari setinggi orang dewasa atau lebih. Tapi kalau ini tidak kita mulai perhatikan, sementara petugas kebersihan sangat jauh lebih sedikit dibanding jumlah masyarakatnya, coba bayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Kita terbantu dengan lahan yang masih luas, dan masyarakat desa yang rajin bakar sampahnya sendiri. Tapi lambat laun desa-desa akan dipenuhi dengan bangunan perumahan, orang di kota akan ke desa juga karena alasan kepadatan penduduk. Solusi yang paling sederhana ternyata adalah rasa saling memiliki. Maka yuk, jadikan Galang sebagai rumah, dengan atap, dinding dan jendela nya adalah diri kita sendiri. Yang menjaga kebersihan nya, keasrian nya, dan hujau pepohon nya adalah kita. Dengan wujud kesadaran masing-masing dan rasa saling memiliki.
Jadikan galang sebagai rumah, yang baik-tidaknya dia kitalah yang menentukan, tentram-ributnya kita yang menjaga, dan membuatnya semakin rapi dan sedap dipandang mata. Jalan rayanya, sungainya, hamparan sawah, parit dan sanitasinya. Mari sejenak belajar dari Kota Bandung, yang punya GPS (Gerakan Pungut Sampah), sebuah gerakan yang muncul dari kesadaran masyarakatnya akan kebersihan dan keindahan rumahnya yang bernama Bandung.
Mungkin pembaca website ini ngedumel dalam hati, “Lho, bandung kan kabupaten, Galang kecamatan, ya tidak bisa disamakan”
Justru itulah yang menjadi nilai tambah kita, masyarakat desa bersama-sama berjuang untuk keasrian tempat tinggal dan lingkungannya. Saling menyemangati dan menyapa di akun facebook atau twitter soal gerakan bersih-bersih sampah. Minimal dari kitanya sendiri untuk tidak asal lempar sembarangan, bungkus plastik bekas makanan atau belanjaan. Ya, dari kita sendiri, mulai dari lingkungan keluarga kita, mulai dari yang paling sederhana.
Ngomong-ngomong soal facebook, sekarang kita sudah bisa interaksi di Galang Kita dan untuk twitter bisa follow @Galang_Kita, silaturahim ya!
NB : Kalimat pertama dari postingan ini terinspirasi dari lagu The Panasdalam yang berjudul “Dan Bandung...”

Posting Komentar Blogger Facebook