0


Jalan raya jadi pelipur bagi hati yang bersedih. Begitu kira-kira celoteh seorang kawan kepada kami. Sore itu sama seperti kondisi cuaca akhir-akhir ini di bulan Desember, kebanyakan dihiasi rintik hujan dan gerimis. Galang sekitarnya jadi sejuk dan pisang goreng jadi laku keras. 

Sepeda motor kami memasuki ruas jalan utama Galang Kota, satu-satunya kelurahan yang ada di kecamatan Galang. Masuk dari belakang kantor Polsek dengan jalur satu arah, karena belakangan ada perbaikan jalan di ruas jalan yang terhubung dengan Dolok Masihul.

Laju si angkot biru berhenti di depan pasar, menunggu sewa dan demi pak supir melepas dahaga di warung-warung yang pemiliknya menyambut dengan ramah. Netis yang rutenya Dolok Masihul – Terminal Amplas adalah salah satun angkutan umum yang masih tersisa di Kecamatan, selain darinya masyarakat bisa pakai sudako dengan rute Galang-Lubuk Pakam, Mekar Jaya dan Nitra untuk rute Bagun Purba-Terminal Amplas.

Kami sekedar melintas saja untuk cari tempat makan. Ditengah jalan sebelum sampai ke rumah makan tujuan, kami berpapasan dengan skuter vespa dengan tempelan stiker macam-macam. Rupanya komunitas vespa sedang berkembang di Kecamatan Galang, malah punya basecamp di Desa Galang Suka.

Komunitas lain yang kami lihat mulai berkembang adalah Komunitas Gravity di Desa Tanjung Gusti, Komunitas Sepeda Motor Vixion, Komunitas Sepeda, Sepak Bola dan Lari yang pelan-pelan ikut ambil bagian, juga musisi-musisi muda yang bermunculan dan jauh dari narkoba dan minuman keras pastinya. Kalau kalian punya info yang lebih tentang komunitas yang ada di Kecamatan Galang kita ini, silahkan kirim infonya ke galangkita@gmail.com.



Ditunggu ya!

Posting Komentar Blogger

 
Top