Jalan raya jadi pelipur
bagi hati yang bersedih. Begitu kira-kira celoteh seorang kawan kepada kami.
Sore itu sama seperti kondisi cuaca akhir-akhir ini di bulan Desember, kebanyakan
dihiasi rintik hujan dan gerimis. Galang sekitarnya jadi sejuk dan pisang goreng jadi laku keras.
Sepeda motor kami
memasuki ruas jalan utama Galang Kota, satu-satunya kelurahan yang ada di
kecamatan Galang. Masuk dari belakang kantor Polsek dengan jalur satu arah,
karena belakangan ada perbaikan jalan di ruas jalan yang terhubung dengan Dolok
Masihul.
Laju si angkot biru
berhenti di depan pasar, menunggu sewa dan demi pak supir melepas dahaga di
warung-warung yang pemiliknya menyambut dengan ramah. Netis yang rutenya Dolok
Masihul – Terminal Amplas adalah salah satun angkutan umum yang masih tersisa
di Kecamatan, selain darinya masyarakat bisa pakai sudako dengan rute
Galang-Lubuk Pakam, Mekar Jaya dan Nitra untuk rute Bagun Purba-Terminal
Amplas.
Kami sekedar melintas
saja untuk cari tempat makan. Ditengah jalan sebelum sampai ke rumah makan
tujuan, kami berpapasan dengan skuter vespa dengan tempelan stiker macam-macam.
Rupanya komunitas vespa sedang berkembang di Kecamatan Galang, malah punya
basecamp di Desa Galang Suka.
Komunitas lain yang
kami lihat mulai berkembang adalah Komunitas Gravity di Desa Tanjung Gusti,
Komunitas Sepeda Motor Vixion, Komunitas Sepeda, Sepak Bola dan Lari yang pelan-pelan
ikut ambil bagian, juga musisi-musisi muda yang bermunculan dan jauh dari
narkoba dan minuman keras pastinya. Kalau kalian punya info yang lebih tentang
komunitas yang ada di Kecamatan Galang kita ini, silahkan kirim infonya ke galangkita@gmail.com.
Ditunggu ya!

Posting Komentar Blogger Facebook